The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.
Showing posts with label Risiko Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Risiko Bisnis. Show all posts

Wednesday, October 31, 2012

Risiko Bisnis : Kenali, Pahami, dan Hilangkan

Secara umum, setiap investor akan mempertimbangkan hubungan efek perusahaan dan risiko bisnis yang terkait dengan perusahaan sebelum memilih untuk berinvestasi dalam masa depan perusahaan. Meskipun ada unsur risiko bisnis yang terkait dengan operasi perusahaan, manajemen yang tepat akan menghasilkan dan menciptakan keseimbangan antara aset dan efek yang akan membuat tingkat risiko bisnis rendah sehingga menarik entitas investor untuk mempertimbangkan investasi dana dalam operasi perusahaan.

Pengertian Risiko Bisnis

Risiko Bisnis secara sederhana dapat diartikan suatu keadaan atau faktor yang mungkin memiliki dampak negatif pada operasi atau profitabilitas suatu perusahaan. Kadang-kadang disebut sebagai risiko perusahaan, risiko bisnis dapat menjadi hasil dari kondisi internal, serta beberapa faktor eksternal yang mungkin nyata dalam komunitas bisnis lebih luas.

Menurut Kamus Bisnis, risiko bisnis adalah Probabilitas yang gagal dalam operasi organisasi dan lingkungan (seperti persaingan dan kondisi ekonomi yang buruk) yang dapat mengganggu kemampuan organisasi perusahaan untuk pengembalian investasi. Atau dengan kata lain adalah suatu keadaan tertentu yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan tersebut.

Ada dua faktor dalam resiko bisnis yaitu faktor internal (dalam) dan eksternal (luar). Faktor luar memiliki kecenderungan yang lebih dominan. Salah satu resiko yang paling dominan adalah bahwa perubahan dalam permintaan untuk barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Jika perubahan itu positif, dan permintaan pasar mengalami peningkatan, maka resiko bisnis akan menurun. Sebaliknya, jika permintaan pasar menurun, baik karena persaingan bisnis atau perubahan kondisi ekonomi secara umum, maka faktor risiko untuk investor akan meningkat secara signifikan. Ketika faktor resiko perusahaan dianggap meningkat karena faktor luar yang berada di luar kendali dari perusahaan, maka kemungkinan untuk menarik investor baru sangat terbatas.

Faktor internal juga dapat mengakibatkan pengembangan risiko bisnis yang signifikan untuk investor. Misalnya jika penjualan lesu dapat dikaitkan dengan kegiatan pemasaran yang tidak efektif atau tenaga penjualan yang tidak berkinerja sesuai harapan, membuat perubahan dalam pendekatan pemasaran atau restrukturisasi usaha penjualan untuk meminimalkan persepsi resiko usaha pada pihak calon investor . Hal yang sama berlaku jika fasilitas manufaktur perusahaan tidak beroperasi secara efisien dan optimal. Pembenahan struktur operasional pabrik dan fasilitas akan menurunkan unsur risiko bisnis dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi pada tingkat yang sama produksi dan penjualan, yang pada gilirannya akan membuat perusahaan lebih menarik bagi calon investor.

Bisnis Tanpa Resiko

Bisnis tanpa risiko ibarat seperti memasak tanpa garam, atau hidup tanpa pasangan. Risiko hanyalah kemungkinan, dan tanpa adanya kemungkinan, maka tidak ada bisnis. Oleh karenanya perlu dipahami dan diterima segala faktor resiko yang akan timbul.

Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan faktor resiko dalam bisnis dengan manajemen resiko yang baik dan terencana. Kita harus mengasumsikan bahwa setiap bisnis memiliki resiko, sehingga kita dapat mengelola untuk mengurangi ke titik hingga kita dapat menghilangkannya sama sekali. Jika kita tidak berpikir sejauh itu, maka kita melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan dan mengelola risiko dengan cara positif.

Jadi, kita harus mengakui bahwa risiko adalah unsur penting salam menjalankan bisnis untuk mencapai hasil terbaik. Seperti pepatah dalam pasar asuran yang mengatakan “ Tidak ada yang namanya risiko buruk, yang ada adalah “ tingkat buruk ‘ Buat ruang dalam hidup dan bisnis anda yang hanya memiliki kesempatan 10% tingkat keberhasilan tetapi anda akan mendapatkan 10.000% jika anda mampu melakukannya. Kerjakan hal-hal kecil, lakukan hingga menjadi besar, hanya masalah waktu sampai anda akan melihat hasil yang sangat besar.”

Dengan mengakui resiko adalah faktor penting dalam bisnis, maka anda memiliki kesempatan untuk mengurangi dan atau bahkan menghilangkan faktor risiko tersebut, dengan manajemen resiko yang terencana dengan baik.

Manajemen Risiko

Membuat rencana manajemen risiko merupakan pusat pengoperasian setiap bisnis yang sukses. Sebuah rencana yang benar-benar efektif akan membahas setiap bidang yang mungkin untuk informasi bisnis, karyawan, aset fisik, dan keuangan. Meskipun tidak mungkin untuk memprediksi semua sumber risiko, penting untuk mengurangi sebanyak mungkin untuk melindungi perusahaan dari kerusakan, kewajiban, dan sumber kerugian.

Menetapkan Bisnis Manajemen Risiko

Berbagai faktor risiko yang berbeda dapat mempengaruhi kemampuan sebuah bisnis untuk beroperasi secara efektif. Manajemen risiko adalah suatu proses dimana risiko yang paling penting dapat diidentifikasi, diprioritaskan, dan dikurangi atau dihilangkan. Strategi digunakan untuk menangani risiko yang terurai menjadi empat kategori utama, yaitu :

Mengidentifikasi dan Mengelola Risiko

Proses untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko bisnis cukup standar dan terdiri dari lima langkah dasar. dimulai dengan mengidentifikasi risiko aset perusahaan. Selanjutnya, mengukur, dan memenuhi kemungkinan kerusakan. Kemudian, rencanakan strategi untuk membatasi kerusakan. Keempat, menerapkan strategi. Akhirnya, perusahaan dan manajer risiko harus terus memantau risiko untuk melihat apakah strategi yang dilaksanakan berjalan efektif.

Risiko Bisnis untuk Jasa dan Properti

Risiko usaha dapat muncul dalam berbagai bentuk, yang berarti bahwa rencana bisnis manajemen risiko harus mencakup bermacam kebijakan. Pada tingkat yang sangat dasar, memastikan karyawan dan peralatan keamanan dengan mencegah kecelakaan. Kesiapsiagaan bencana juga merupakan komponen penting dari manajemen risiko bisnis dan harus mencakup hal-hal seperti kebakaran, banjir, dan rencana insiden kritis. Bagian penting dari rencana manajemen risiko adalah memastikan bahwa data yang didukung secara teratur dan aman sehingga mereka tidak dapat diakses oleh personil yang tidak sah.

Risiko Usaha untuk Keuangan dan Strategi

Risiko terhadap sumber daya keuangan sering diperlakukan berbeda dari sumber lain. Rencana manajemen risiko keuangan sering meliputi pedoman bagaimana membuat keputusan keuangan. Mereka juga menyusun seberapa besar resiko dan apa jenis risiko yang dapat diterima dan diambil oleh perusahaan.

Risiko Operasional

Risiko operasional merupakan risiko yang datang dari cara operasi bisnis baik secara internal maupun eksternal. Risiko eksternal adalah hal-hal seperti perubahan iklim politik, peraturan, pemasok, dan kontrak. Risiko internal termasuk kemungkinan kegagalan sistem internal atau proses. Hilangnya aset fisik terhadap bencana seperti kebakaran atau banjir adalah contoh, seperti kerugian karena permasalahan yang timbul pada sistem komputer. Risiko bisnis perencanaan manajemen mencakup pertimbangan berbagai faktor risiko, termasuk sumber daya manusia, properti, aset keuangan, strategi, dan operasi.

Sumber: http://jasapembuatanweb.co.id/tip-internet-dan-website/risiko-bisnis-kenali-pahami-dan-hilangkan#ixzz2AsmmAwbg

baca selanjutnya...

Monday, August 06, 2012

Mengenali Risiko Bisnis

Ketika bisnis anda pada fase “start up”, problem utama adalah bagaimana Memasarkan / Menjual Produk atau Jasa agar menjadi Penjualan / Omzet.
Omzet akan menghasilkan Cashflow yang lancar plus Margin yang cukup, sehingga Perusahaan yang dikelola bisa survive dan berkembang.

Peningkatan Omzet, otomatis akan menimbulkan problem kedua, yaitu Produksi (pengadaan bahan baku/pembantu, kapasitas mesin, gudang, dll), atau Operasional (pasokan barang, management stok, distribusi produk, supplier, dll).

Problem kedua menimbulkan derivat problem ketiga, yakni problem Finansial untuk mencukupi peningkatan Biaya Produksi atau Biaya Operasional, bahkan untuk pembiayaan Investasi, misal : membeli Mesin, Peralatan Produksi, Gudang, Kendaraan Bermotor, dll.

Derivat problem berikutnya adalah problem paling pelik, yaitu SDM. Problem menjadi pelik karena yang kita hadapi adalah mahluk hidup, sama seperti kita, yang pastinya mempunyai banyak keinginan dan impian… hehehe…

Pada tahap “start up”, anda “mungkin” masih bisa mengerjakan sendiri 4 fungsi tersebut di atas (Pemasaran, Produksi/Operasional, Finansial dan SDM), namun seiring meningkatnya Omzet, anda akan sering “pusing”, karena pada saat yang bersamaan, anda harus :

* Selalu tersenyum ketika menjelaskan spesifikasi Produk/Jasa kepada Customer, agar Customer memesan dan membeli Produk /Jasa yang anda tawarkan.

* Mengecek ketersediaan Stok , atau segera pesan ke Supplier bila Stok Kosong, atau membeli Bahan Baku untuk Produksi, atau mengerjakan Produk yang dipesan Customer, dan sekian banyak aktivitas Produksi/Operasional lainnya.

* Menyiapkan segala keperluan Finansial dari aktivitas Pemasaran (mengecek transfer dari Customer) sampai aktivitas Produksi/Operasional (belanja Bahan Baku, membayar Supplier, dll).

* Menjadi “karyawan” untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut di atas.

Sampai pada titik tertentu, anda masih dapat melayani Customer dengan baik, tanpa harus merekrut Karyawan, yang nota bene identik dengan Gaji, alias mengurangi Margin/Laba.

Well… apabila anda ingin mengembangkan bisnis yang dikelola, sebaiknya mulai mengenali risiko bisnis, antara lain mulai merekrut Karyawan, agar anda tidak tersandera dengan tugas-tugas rutin, yang sebenarnya bisa didelegasikan kepada Karyawan.

Eksistensi Karyawan memang membawa dampak bertambahnya Biaya, namun di sisi lain, sebagian tugas anda digantikan oleh Karyawan, dan anda dapat menggunakan waktu yang digantikan tersebut untuk aktivitas lain yang lebih penting, misalnya menggenjot Omzet (identik dengan naiknya Margin).

Naiknya Margin pasti cukup untuk menutupi Biaya Gaji ; Bahkan karena sisa Margin masih banyak, mungkin anda akan segera merekut Karyawan baru lagi, sehingga anda bisa menikmati “enaknya jadi Pengusaha”…. Isn’t that interesting ??

Sumber : https://betigaklaten.wordpress.com/

baca selanjutnya...

Monday, July 30, 2012

Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Bisnis?

Banyak orang berpendapat, bahwa salah satu ciri entrepreneur yaitu berani mengambil resiko. Resiko keluar dari zona kenyamanan yang didapat selama ini, dan masuk ke dalam zona baru yang penuh dengan ketidakpastian. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, seorang entrepreneur sukses bukanlah orang yang berani mengambil resiko saja. Tapi mereka juga harus bisa mengelola segala resiko menjadi sebuah peluang baru yang menguntungkan.

Untuk memulai usaha memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan keberanian dan strategi bisnis yang matang, sebelum akhirnya masuk ke zona yang serba belum pasti ini. Semua peluang bisnis memang memiliki resiko, walaupun tingkat resiko yang dimiliki berbeda-beda. Ada usaha yang beresiko besar adapula yang resikonya hanya kecil, namun bukan berarti resiko-resiko tersebut tidak bisa diatasi dan diminimalisir. Bagaimana cara mengatasi resiko bisnis? Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan, untuk mengurangi resiko.

* Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan riset mengenai hambatan-hambatan yang dimungkinkan muncul ditengah perjalanan usaha. Dengan begitu Anda dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan yang dimungkinkan ada. Misalnya saja resiko persaingan bisnis yang dimungkinkan semakin meningkat.

* Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat yang Anda miliki, jangan sampai Anda memulai usaha hanya karena ikut-ikutan trend yang ada. Dengan memulai usaha sesuai dengan skill dan minat, setidaknya Anda memiliki bekal pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala resiko yang muncul di tengah perjalanan Anda. Hindari peluang usaha yang tidak Anda kuasai, ini dilakukan agar Anda tidak kesulitan dalam mengatasi segala resikonya.

* Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis Anda. Hal tersebut bisa membantu Anda untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa membuat usaha Anda berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk mengurangi munculnya resiko yang tidak diinginkan.

* Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan resiko usaha yang Anda ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang beresiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas.

* Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung kreatifitas. Dengan keteguhan hati dalam mencapai kesuksesan serta kreatifitas untuk mengembangkan usaha dengan ide-ide baru. Maka segala resiko yang muncul bisa Anda atasi dengan baik.

* Cari informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah resiko. Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut seiring dengan bergantinya trend pasar. Sebaiknya Anda menghindari jenis peluang usaha seperti itu, karena resikonya cukup besar.

* Ketahui seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat akan produk Anda. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka akan memperkecil resiko bisnis tersebut. Setidaknya resiko dalam memasarkan produk.

Dari informasi diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa semua resiko bisnis bisa diatasi dengan kejelian, ketekunan dan kreatifitas Anda. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan Anda dalam menjalankan usaha. Agar segala resiko yang muncul ditengah perjalanan, tidak sampai merugikan bisnis Anda. Sekian informasi dari kami, semoga informasi ini bisa memotivasi Anda agar tidak takut lagi dengan resiko menjalankan usaha. Salam sukses.

Sumber : http://bisnisukm.com/

baca selanjutnya...

Tuesday, July 24, 2012

Meminimalisir Risiko Bisnis

Di sebuah situs jejaring sosial, saya menulis bahwa kerugian dalam berbisnis janganlah dianggap sebagai kiamatnya seorang pengusaha. Rugi dalam berbisnis adalah hal yang wajar. Hampir sebagian besar masyarakat kita rela menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk menimba ilmu secara teori dari berbagai textbook di bangku kuliah. Nyatanya, ilmu itu tidak begitu saja bisa diterapkan dalam kehidupan nyata karena sebuah teori dirumuskan dengan asumsi cateris paribus. Sementara ketika kita mengalami kerugian dalam berbisnis sesungguhnya kita mendapat pelajaran berharga langsung dari praktek nyata di lapangan. Maka kerugian dalam bisnis itu bisa dianggap sebagai investasi pendidikan bisnis yang lebih efektif daripada ketika kita belajar bisnis di bangku kuliah.

Menanggapi pendapat saya itu, seorang teman bertanya bagaimana caranya supaya kerugian yang kita alami tidak terlalu besar. Memang benar, meski mengalami rugi itu wajar bukan berarti kita tidak perlu meminimalisir kerugian tersebut. Ada beberapa cara yang dapat kita tempuh agar kerugian yang kita alami tidak terlalu besar.

Berikut ini beberapa tips untuk meminimalisir risiko kerugian dalam berbisnis :

1. Carilah rekan bisnis yang dapat diandalkan
Ada orang yang senang berbisnis seorang diri karena merasa lebih leluasa dalam menentukan kebijakan dan lebih bebas dalam pengambilan keputusan. Namun tidak ada salahnya juga jika kita memulai berbisnis dengan menggaet seorang atau beberapa orang rekan, terutama jika kita adalah pengusaha pemula. Selain berfungsi untuk bisa membagi risiko, rekan bisnis juga dapat memberikan masukan dan pendapat dalam mengambil sebuah keputusan. Dengan demikian, diharapkan keputusan yang diambil dapat lebih baik karena dihasilkan dari pemikiran dua atau beberapa orang.

2. Belajar dari orang nomor satu di bidangnya
Untuk menggaransi keberhasilan, kita harus belajar dari orang yang nomor satu di bidangnya. Artinya usahakan kita belajar dari orang yang memang sudah berpengalaman maupun sudah terbukti sukses di bidang bisnis yang kita geluti. Tentu saja hal ini tidaklah mudah jika harus berkenalan dan bertatap muka langsung mereka. Mungkin mereka tidak punya waktu hanya sekedar untuk mengajari kita, apalagi kalau tidak membawa keuntungan bagi mereka. Namun ada banyak cara untuk belajar dari mereka, bisa melalui buku, seminar, jejaring sosial, dan sebagainya. Yang terpenting adalah kita mendapatkan ilmunya dan bukan mutlak harus berkenalan dengan orangnya.

3. Bekerja sama dengan orang yang sudah terbukti sukses
Bekerja sama dengan orang yang sudah sukses dipercaya dapat menggaransi keberhasilan kita karena mereka sudah memiliki pengalaman dan intuisi bisnis yang lebih terasah dibanding dengan seorang pengusaha pemula. Salah satu caranya adalah dengan mengambil suatu waralaba yang memang sudah memiliki pangsa pasar dan secara portofolio sudah terbukti berhasil.

4. Pilih bisnis yang memiliki modal dan risiko relatif kecil
Ada banyak pilihan bidang bisnis yang bisa kita jalani, termasuk beragam dalam hal kebutuhan modal maupun risiko yang terkandung di dalamnya. Kita tinggal jeli-jeli memilih bidang bisnis yang akan kita jalani dengan tingkat risiko yang relatif kecil. Saya katakan relatif kecil karena setiap orang memiliki tingkat akseptabilitas risiko yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kondisi perekonomian masing-masing.

5. Berbisnis dengan passion
Ada banyak pengusaha membuktikan bahwa mereka telah sukses menjalankan bisnisnya justru bermula dari hobi. Bisnis yang berbasis hobi memang memiliki kelebihan karena seseorang akan bekerja dengan menggunakan hati dan passion. Selain itu, biasanya seseorang akan lebih menguasai apa yang menjadi hobinya sehingga tidak memerlukan usaha ekstra untuk menjalankan bisnisnya.

6. Berpikirlah jump of the box
Cara terakhir untuk meminimalisir risiko adalah berpikir jump of the box. Hal ini mengandaikan bahwa kita sudah memulai bisnis kita dan kerugian sudah di depan mata. Cobalah untuk berpikir berbeda dari kebiasaan yang lazim. Carilah alternatif-alternatif solusi yang terbaik di mana kita bisa mendapat tingkat risiko terendah.

Demikian beberapa tips dari saya kali ini, semoga bermanfaat untuk meminimalisir risiko dalam berbisnis. Yang terpenting, kita harus berani melangkah dan memulai sesuatu. Salam semangat dari saya dan see you at the top!

Sumber : http://iwankumalaputra.blogspot.com/

baca selanjutnya...

Thursday, July 19, 2012

Mengatasi Risiko Bisnis

Banyak orang berpendapat, bahwa salah satu ciri entrepreneur yaitu berani mengambil risiko. Seorang entrepereneur dapat melihat risiko jika ia keluar dari zona nyaman, dan masuk ke dalam zona baru yang penuh dengan ketidakpastian. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa seorang entrepreneur sukses bukanlah orang yang hanya sekadar berani mengambil risiko. Lebih dari itu, mereka juga harus bisa mengelola segala risiko menjadi sebuah peluang baru yang menguntungkan.

Memulai usaha memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan keberanian dan strategi bisnis yang matang, sebelum akhirnya masuk ke zona yang serba tak pasti ini. Semua peluang bisnis memang memiliki risiko, walaupun tingkat risiko yang dimiliki berbeda-beda. Ada usaha yang berisiko besar, dan ada pula yang risikonya kecil, namun bukan berarti risiko-risiko tersebut tidak bisa diatasi dan diminimalisasi. Bagaimana cara mengatasi atau mengurangi risiko bisnis? Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan.

1. Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan riset mengenai hambatan-hambatan yang mungkin akan muncul di tengah perjalanan usaha. Dengan begitu Anda dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan di masa depan. Salah satu risiko yang sering menghambat adalah risiko peningkatan persaingan bisnis.

2. Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skil dan minat yang Anda miliki. Jangan sampai Anda memulai usaha hanya karena ikut-ikutan tren yang ada. Dengan memulai usaha sesuai dengan skil dan minat, setidaknya Anda memiliki bekal pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala risiko yang muncul di tengah perjalanan Anda. Hindari peluang usaha yang tidak Anda kuasai, ini dilakukan agar Anda tidak kesulitan dalam mengatasi segala risikonya.

3. Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis Anda. Hal tersebut bisa membantu Anda untuk menentukan langkah-langkah yang dapat membuat usaha Anda berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk mengurangi munculnya risiko yang tidak diinginkan.

4. Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan risiko usaha yang Anda ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang berisiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas.

5. Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung kreativitas. Dengan keteguhan hati serta kreativitas mencipta ide-ide baru, kesuksesan usaha akan mudah dicapai. Jika Anda mampu memenuhi syarat ini, segala risiko yang muncul, akan bisa Anda atasi dengan baik.

6. Carilah informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah risiko. Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut seiring dengan bergantinya tren pasar. Sebaiknya Anda menghindari jenis peluang usaha seperti itu, karena risikonya cukup besar.

7. Ketahui tingkat kebutuhan masyarakat akan produk Anda. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka risiko bisnis akan semakin kecil, setidaknya risiko dalam memasarkan produk.

Dari informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua risiko bisnis dapat diatasi dengan kejelian, ketekunan dan kreativitas. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan Anda dalam menjalankan usaha, agar segala risiko yang muncul di tengah perjalanan tidak sampai merugikan bisnis Anda. (*/dari berbagai sumber/AS)

Sumber : http://ciputraentrepreneurship.com/

baca selanjutnya...

Monday, August 15, 2011

Strategi Mengelola Risiko Perusahaan

Setiap jenis bisnis pasti terpapar oleh risiko-risiko bisnis. Dengan pengertian risiko yang dimaksud adalah kemungkinan terjadinya potential benefit atau potential loss pada perusahaan. Tentu yang dihindari adalah potential loss, tetapi kita tidak boleh melupakan bahwa di setiap risiko, selalu ada potential benefit yang akan menguntungkan perusahaan.

Misalnya, anda berbisnis di bidang distribusi. Tentu anda memiliki kendaraan bukan? nah, kendaraan ini adalah aset yang sifatnya vital bagi perusahaan. Kalau tidak ada kendaraan, atau kendaraan mengalami kerusakan, proses bisnis anda (yaitu antar-mengantar barang) bisa jadi tidak berjalan sama sekali. Karena itu, menjadi risiko bagi bisnis distribusi anda, menjadi suatu kemungkinan pada bisnis anda, bahwa kendaraan akan rusak. Entah karena kecelakaan, umur kendaraan, dan lain sebagainya.

Dan di sinilah pentingnya suatu pengelolaan risiko perusahaan. Yaitu bagaimana mengelola kemungkinan buruk yang ada, menjadi suatu manfaat bagi perusahaan. strategi pengelolaan risiko ini ada beberapa tahap:

Pertama, berdasar bisnis model anda, atau berdasar proses bisnis anda, tentukanlah risiko apa saja yang mungkin terjadi. Inilah tahap pertama dari semua pengelolaan risiko: yaitu membuat daftar risiko yang mungkin terjadi, dengan berbagai skala loss-nya. Risiko-risiko ini bisa saja sudah pernah terjadi sebelumnya, atau masih berdasar perkiraan. Tentu mengantisipasi hal buruk yang belum terjadi, adalah salah satu pelaksanaan manajemen risiko yang terbaik.

Kedua, tetapkan tingkat frekuensi risiko tersebut, beserta kemungkinan seberapa besar kerusakannya. Buat dalam sebuah matriks, dengan ukuran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Misalnya matriks 5×5. Semakin besar angka yang digunakan, maka semakin sering risiko terjadi atau semakin besar loss-nya. Dan demikian pula sebaliknya. Di sini, anda bisa memetakan risiko-risiko yang sudah terdaftar, ke dalam matriks. Sehingga, anda bisa melihat peta persebaran risiko perusahaan anda.

Ketiga, tetapkan langkah-langkah yang akan perusahaan anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya risiko. Apakah dengan mentransfer kepada pihak ketiga (asuransi, misalnya) atau dengan menetapkan sendiri program manajemen risiko untuk risiko tersebut. Bila risiko terlalu kecil, meski sering terjadi, bisa saja perusahaan tidak mengambil tindakan apa-apa. Artinya, menyerap potential loss yang terjadi dari risiko tersebut.

Keempat, setelah beberapa waktu pelaksanaan manajemen risiko, coba petakan kembali risiko-risiko yang ada, seperti pada langkah kedua. Bila perusahaan anda berhasil menerapkan manajemen risiko yang lebih baik, konsentrasi risiko tentu akan bergeser menuju area jarang terjadi-kerugian yang kecil. Biasanya berada pada skala ukur yang kecil pada peta risiko. Risiko sulit untuk dihapuskan sama sekali. Paling tidak, biasanya risiko akan bertransformasi menjadi bentuk risiko yang lain.

Sebagai penutup strategi manajemen risiko, harus diketahui dan dicamkan di benak para eksekutif perusahaan bahwa risiko adalah suatu kemungkinan yang (bisa jadi) tidak terlihat bagi perusahaan. Tetapi, karena risiko adalah kemungkinan, maka peluang terjadi kerugian akan selalu ada. Selain itu, harus diketahui bahwa manajemen risiko adalah menduga-duga sesuatu peristiwa buruk yang mungkin terjadi. Dan tim eksekutif harus selalu yakin bahwa, mencegah peristiwa merugikan, adalah jauh lebih baik daripada memperbaiki kerugian yang muncul.

Mudah-mudahan strategi manajemen risiko ini bermanfaat bagi perusahaan anda. Di industri mana pun perusahaan anda bergerak.

Sumber : http://strategibisnisanda.com/

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Bookmark and Share

Site Meter

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP