The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.
Showing posts with label Perencanaan Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Perencanaan Keuangan. Show all posts

Friday, August 23, 2013

Apa Titik Balik Perencanaan Keuangan Anda?

Kesadaran untuk merencanakan keuangan demi masa depan lebih baik semakin bertumbuh. Semakin banyak orang yang memahami pentingnya pengelolaan uang terencana. Meski begitu, tak sedikit orang yang masih perlu diingatkan bahkan perlu teguran keras agar bisa mulai mengelola uang lebih baik. Setiap orang punya titik balik sehingga akhirnya memiliki kondisi finansial lebih sehat.

Pembawa acara Cici Panda punya titik balik yang kemudian memotivasinya untuk mulai merencanakan keuangan lebih optimal. Cici Panda mengaku mulai merencanakan keuangan dengan berinvestasi sejak kondisi finansialnya menurun lantaran terkuras untuk membeli rumah.

"Titik baliknya rumah. Saat beli rumah mulai sadar ada yang nggak beres dengan keuangan. Karena saat beli rumah kadang lupa memperhitungkan isi rumah, perlu ada yang direnovasi dan lainnya, bukan sekadar membeli rumahnya. Setiap ada pendapatan masuk, langsung digunakan untuk rumah, akhirnya tidak ada tabungan," ungkapnya seusai peluncuran buku Make It Happen! karya perencana keuangan Prita Ghozie di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Menyadari bahwa ia bukan tipe pengambil risiko tinggi untuk urusan keuangan, Cici Panda dengan bantuan perencana keuangan, mulai berinvestasi. Reksa Dana menjadi pilihan Cici Panda untuk mulai berinvestasi sebagai caranya melangkah melakukan aksi mengimplementasikan rencana keuangan dan impiannya.

"Mimpinya mau punya rumah kedua, menyiapkan dana pensiun, dana pendidikan anak dan liburan. Saya nggak berani ambil risiko tinggi untuk investasi, setelah dijelaskan, reksa dana paling tepat untuk saya dan saya tipenya perlu 'ditampar' untuk melek soal investasi," ungkapnya.

Untuk tipe pribadi sepertinya, Cici Panda menyarankan sebaiknya pilih perencana keuangan yang bisa dipercaya karena dia lah yang mengalokasikan uang Anda. Dengan bantuan perencana keuangan, Cici Panda juga mengaku mulai bisa menabung dan lebih menghemat pengeluaran lantaran sudah memiliki tujuan yang lebih jelas.

"Sekarang saya bisa berhemat untuk menabung. Juga bisa menolak jika ditawari sesuatu, sudah nggak gampang tergoda karena ada gol yang lebih besar. Saya juga bisa bermimpi lebih tinggi, dan mulai zakat atau dalam agama saya perpuluhan," ungkapnya.

Lantaran punya motivasi besar untuk menabung, Cici Panda juga mengaku mengalami perubahan dalam gaya hidupnya. Kebiasaan makan di luar rumah berkurang dari hampir setiap hari menjadi seminggu dua kali. Belanja rumah tangga pun berhemat dengan memilih pergi ke pasar tradisional ketimbang supermarket. Satu lagi yang berubah, belanja kosmetik pun di rem agar bisa menyisihkan uang untuk berinvestasi demi sejumlah impiannya.

"Sebelumnya, banyak pengeluaran yang tidak terencana, lebih sporadis, sekarang lebih hitung-hitungan banyak yang di-cut, bukannya pelit tapi berhemat," tandasnya.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi titik balik untuk merencanakan keuangan lebih optimal dan mulai berinvestasi?

Sumber :
http://female.kompas.com/read/2013/05/31/13513590/Apa.Titik.Balik.Perencanaan.Keuangan.Anda

baca selanjutnya...

Thursday, August 22, 2013

Tips Perencanaan Keuangan Keluarga

Seberapa-pun penghasilan koq sepertinya kurang terus ya. Sepertinya Anda harus mulai menyusun perencanaan keuangan keluarga yang tepat agar terhindar dari masalah keuangan semacam ini.

Kebanyakan orangtua baru mengalami kesalahan dalam perencanaan keuangan keluarga mereka sehingga perencanaan keuangan keluarga seperti tak terkendali. Setiap habis gajian, uang sudah habis sedangkan bulan masih berjalan untuk beberapa minggu lagi ke depan. Kebanyakan keluarga menggantungkan kehidupan keuangan di pundak suami, sedangkan istri bertugas mengatur perencanaan keluarga dengan baik agar seberapapun penghasilan suami dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Namun dengan tugas rumah tangga yang sudah menumpuk, membuat para Bunda ini seperti tidak punya waktu untuk menyisihkannya sekedar melakukan perencanaan keuangan keluarga. Berikut ini beberapa tips yang bisa kami uraikan untuk mempermudah Bunda mengatur perencanaan keuangan keluarga dengan mudah dan tepat.

Jangan menghamburkan uang untuk keperluan yang tidak bermanfaat

Wanita identik dengan ‘shopping’. Kalau sudah asyik shopping kaum hawa ini bisa lupa waktu tanpa memikirkan berapa banyak biaya dan uang yang sudah dihamburkan. Jikalau Anda butuh berbelanja, sebisa mungkin catat keperluan yang Anda butuhkan di rumah. Misalkan susu buat si kecil, bumbu dapur, diapers, sabun cuci, pasta gigi, dan sebagainya. Tentunya Anda sedang tidak membutuhkan baju baru, sepatu baru, atau parfum baru khan? Pakailah dulu yang ada di rumah. Memanjakan diri sekali waktu boleh saja tetapi jangan setiap minggu atau setiap bulan.

Memanjakan diri di salon? Tidak ada larangan juga sih, tetapi ingat juga budget Anda. Anda sekarang sudah berkeluarga dan harus menghidupi anggota keluarga. Anda sudah tidak boleh berpikir egois untuk kepentingan pribadi. Jadi untuk melakukan perawatan kecantikan Anda bisa mencari solusi murah dengan melakukannya sendiri di rumah.
Adakalanya Anda berpikir sesaat bahwa Anda bisa menghamburkan uang Anda saat ini. Entar kalau sudah bekerja lagi khan bisa kembali lagi uangnya. Hindari pemikiran seperti ini, karena biaya hidup akan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Perencanaan keuangan keluarga itu perlu.

Jangan Tunda untuk Menabung

Mulai sekarang juga selalu sisihkan penghasilan Anda untuk tabungan. Lebih baik lagi jika Anda menabung untuk dana pensiun. Berikan porsi yang tepat untuk perencanaan keuangan Anda. Anda bisa memilih beberapa produk investasi yang membuat Anda merasa aman. Jika Anda masih punya hutang segera selesaikan hutang Anda dan berusahalah untuk menghindari hutang. Hindari penggunaan kartu kredit. Karena kartu kredit hanya akan membebani perencanaan keuangan keluarga.

Berikut ini prosentase dimana keuangan Anda dalam kondisi sehat jika:
30% dari penghasilan Anda untuk pembayaran cicilan hutang
10-15% dari penghasilan Anda sebagai pembayaran cicilan premi asuransi
10% dari penghasilan Anda disisihkan untuk investasi (bisa berupa tabungan pensiun, dan semacamnya)

Miliki Asuransi Jiwa yang tepat

Banyak tawaran asuransi jiwa dengan berbagai metode pembayaran. Sebaiknya pilihlah pembayaran premi asuransi yang lebih tinggi dan dibayarkan dalam kurun waktu tertentu ketimbang memilih pembayaran premi sedikit dan harus dibayarkan seumur hidup. Kenapa demikian, karena jenis asuransi dengan pembayaran jumlah tertentu ini akan memberikan jumlah tabungan yang bisa Anda miliki dalam jangka tersebut. Sehingga lebih baik Anda mulai menabung saat anak-anak masih kecil dimana biaya hidup masih belum terlalu besar. Dan hasil asuransi ini bisa dialokasikan sebagai dana pendidikan anak-anak kelak saat mereka dewasa. Jikalau terjadi hal yang tidak diinginkan, keluarga masih bisa mendapatkan manfaat dari hasil perencanaan keuangan keluarga yang telah Anda terapkan ini.

Membuat Surat wasiat

Kebanyakan orang berpikir bahwa membuat surat wasiat hanya untuk orang yang sudah tua atau yang sudah sakit-sakitan. Kesehatan dan kematian tidak ada orang yang bisa memprediksi. Jadi sebaiknya buatlah surat wasiat sebagai langkah sedia payung sebelum hujan. Anda tentunya tidak ingin anak-anak terlantar kehidupannya setelah Anda tinggalkan khan. Tidak ada salahnya Anda membuat surat wasiat. Hal ini sah-sah saja.

Sumber :
http://id.theasianparent.com/perencanaan-keuangan-keluarga/

baca selanjutnya...

Wednesday, August 21, 2013

Tahapan Perencanaan Keuangan Keluarga

Tahap paling penting dalam perencanaan keuangan ialah saat memulai perencanaan itu. Kalau salah merencanakannya, bisa-bisa tujuan perencanaan keuangan itu sendiri tidak akan tercapai.

Ada beberapa pertanyaan mendasar sebelum memulai penyusunan rencana keuangan. Beberapa pertanyaan tersebut, antara lain, apa saja yang harus Anda siapkan? Bagaimana cara mengenali kebutuhan keluarga agar tidak salah dalam menyusun rencana keuangan? Di luar itu, tentu masih banyak lagi.

Jujur itu kunci

Menurut Freddy Pieloor, perencana keuangan dari Moneynlove, pada saat Anda mulai menyusun rencana keuangan keluarga, kejujuran dan komunikasi yang baik bersama pasangan adalah hal mutlak dan paling mendasar. "Diskusikan secara terbuka apa yang akan Anda direncanakan. Jangan ada yang disembunyikan," kata Freddy.

Kalau syarat utama ini sudah terpenuhi, tahap selanjutnya akan mudah Anda lalui. Tahap tersebut, yakni, pertama, penetapan tujuan keuangan. Kedua, identifikasi pemasukan dan rencana pengeluaran. Ketiga, evaluasi atas rencana itu.

Wiwit Prayitno, konsultan keuangan dari Asuransicerdas.com, menguraikan, pada tahap menetapkan tujuan keuangan keluarga, Anda harus menjabarkannya secara detail tujuan penggunaan uang Anda. Sebagai contoh, tujuan Anda adalah membiayai pendidikan anak, memiliki rumah, mobil, menjalani liburan, dan seterusnya.

Dalam menetapkan tujuan keuangan tersebut, Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. "Kebutuhan itu kalau Anda tidak memilikinya, maka hidup Anda akan selalu terganggu. Sebaliknya, keinginan itu muncul secara spontan," jelas Freddy.

Setelah menetapkan tujuan, Anda perlu memiliki disiplin tinggi agar tujuan keuangan tersebut tercapai. Tanpa disiplin, musykil tujuan tercapai.

Tahap kedua ialah menetapkan jumlah penghasilan dan pengeluaran. Dengan kata lain Anda harus tahu arus kas masuk dan arus kas keluar. Yang tergolong arus kas masuk (pendapatan) ialah gaji, tunjangan, bonus, serta penghasilan lain dari pekerjaan sampingan.

Freddy berpesan, pasangan suami istri yang sama-sama memiliki penghasilan harus rela menyatukan penghasilannya itu. "Gaji istri untuk keluarga dan gaji suami juga untuk keluarga," sambung Freddy.

Ingat, prinsip dasar dari keuangan adalah pendapatan harus lebih besar daripada pengeluaran. Ambil contoh, demi mengurangi pengeluaran wisata, Anda bisa menjarangkan berwisata, mengganti tujuan wisata dengan yang lebih murah, atau sama sekali menghapusnya jika tidak perlu.

Nah, ketika menetapkan jenis-jenis pengeluaran, Anda perlu menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasangan berdasarkan aktivitasnya. Bila suami seorang petugas marketing, mungkin perlu pengeluaran untuk membeli mobil. "Kalau istri bekerja hanya di kantor, mungkin tidak terlalu membutuhkan punya mobil sendiri," kata Freddy.

Dalam pos pengeluaran, perlu ada pos untuk pribadi. Untuk pos ini, prinsipnya, pengeluaran pribadi untuk suami dan istri harus seimbang. Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.

Tahap selanjutnya menetapkan pos pengeluaran sesuai tujuan. Guna mencapai hal itu, ada beberapa langkahnya.

Pertama, Anda perlu menyiapkan dana darurat keluarga berkisar antara enam sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat ini harus dipisahkan dari dana lain. Hal ini sangat penting, agar situasi darurat itu tidak menghancurkan rencana keuangan secara keseluruhan. Menurut Freddy, dana darurat ini harus didahulukan. Fungsi dana ini untuk kelangsungan keluarga bila sewaktu waktu musibah datang, misalnya, terkena PHK, keluarga sakit berat, dan sebagainya.

Kedua, membeli atau memiliki asuransi untuk mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan. Yang utama, belilah asuransi untuk si pencari nafkah. Asuransi ini sangat penting keberadaannya untuk membentengi finansial keluarga apabila pencari nafkah terkena risiko tidak bisa mencari nafkah atau meninggal dunia.

Ketiga, melakukan investasi untuk mengembangkan kekayaan. Bentuk investasi bisa bertujuan untuk pendidikan anak atau tujuan lain dalam jangka panjang. Jumlahnya, minimal 20% dari penghasilan rutin Anda agar nilai uang tidak tergerus inflasi.

Freddy menyarankan, pada tahap awal, Anda bisa berinvestasi pada instrumen jangka pendek di bank seperti tabungan. "Setelah terakumulasi, misalnya selama satu tahun, dipindah ke deposito," kata Freddy. Pilihan lain berinvestasi ialah secara rutin membeli reksadana. "Sekarang ini banyak reksadana kelas ritel, bisa Rp 100.000 per bulan, biar lebih cepat berkembang dan tidak tergerus inflasi," jelas Freddy.

Keempat adalah mengeluarkan pos untuk kebutuhan rutin keluarga, mulai dari membayar listrik, tagihan kebersihan, hingga kebutuhan belanja bulanan. Nah, berhubung nilai belanja bulanan lumayan besar, sebaiknya Anda belanja menggunakan kartu tabungan atau debit. Syukur-syukur bila ada program promosi dari bank. Sebagai contoh, ada hadiah cash back yang secara otomatis masuk ke dalam rekening tabungan kita bila kita berbelanja dalam jumlah tertentu.

Tahap terakhir adalah tahap evaluasi. Evaluasi keuangan mempunyai fungsi untuk melihat apakah kita telah menyusun rencana yang baik, ada atau tidak kesalahan dari perencanaan tersebut, serta apakah perencanaan itu masih pada jalurnya untuk mewujudkan tujuan keuangan. Anda, misalnya, bisa beralih ke instrumen yang lebih menjanjikan jika portofolio lama kurang menguntungkan.

Kapan sebaiknya mengevaluasi rencana keuangan kita? "Bisa setiap enam bulan atau satu tahun," kata Freddy. Wiwit mengusulkan agar evaluasi dilakukan setiap tahun supaya tidak sering berubah.

Selamat merencanakan keuangan keluarga Anda

Sumber :
http://personalfinance.kontan.co.id/news/inilah-tahap-tahap-merencanakan-keuangan-keluarga--1

baca selanjutnya...

Friday, August 09, 2013

Membuat Perencanaan Keuangan Itu Ternyata Mudah Lho!

Memiliki keuangan yang stabil dan mumpuni adalah dambaan setiap orang. Sayangnya, tidak semua orang bisa mewujudkan keinginan ini. Memiliki kondisi keuangan yang baik sebenarnya mudah saja. Rahasianya terletak pada kemauan dan disiplin.

Pada dasarnya, merencanakan keuangan itu tergantung pada kebijakan kita dalam mengalokasikan anggaran yang ada. Membuat rincian keuangan dan taat pada “aturan main” yang telah kita tetapkan.

Perencanaan keuangan yang baik memiliki beragam manfaat menarik, diantaranya:

1. Semua tagihan wajib seperti cicilan rumah, tagihan kartu kredit, cicilan kendaraan, dll dapat dibayarkan dengan lancar dan tepat waktu.

2. Memungkinkan kita menabung dan mempersiapkan dana darurat dengan baik. Tabungan yang direncanakan dengan baik akan memungkinkan kita mencapai apa yang diinginkan dengan tepat waktu, contoh: liburan setiap tahun. Dana darurat yang dipersiapkan dengan baik bermanfaat untuk menopang keuangan pada kondisi yang tidak diinginkan, misalnya di saat sakit.

3. Mempersiapkan hari tua dengan lebih baik. Dengan merencanakan keuangan dan disiplin dalam menjalankannya, jumlah tabungan yang terkumpul untuk hari tua pun akan lebih banyak dan kita akan lebih siap dalam menjalaninya. Tentunya semua orang mendambakan untuk menjalani hari tua yang nyaman dan bebas dari kekhawatiran finansial.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana caranya membuat anggaran keuangan yang baik? MYWealth akan memandu Anda melalui tips-tips sederhana berikut ini:

1. Sejak pertama kali menerima gaji, jangan tunda-tunda untuk membayarkan semua kewajiban, seperti cicilan rumah dan kendaraan pribadi.

2. Buatlah sebuah akun bank khusus untuk tabungan. Menabung sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali, bahkan tabungan sedikit akan membuat sebuah perubahan besar dalam hidup. Tentukan jumlah tabungan, idealnya sejumlah 5-10% dari gaji bersih. Semakin besar kemampuan untuk menabung tentunya akan semakin baik.

3. Pada saat akan pergi berbelanja keperluan bulanan, catat apa saja yang hendak dibeli. Bedakanlah kebutuhan dan keinginan.

4. Hindari transfer uang ke akun bank berbeda untuk menghindari biaya transfer.

5. Siasati hobi dengan sebuah trik yang dapat menghemat uang. Sebagai contoh, bila kita memiliki hobi membaca buku dan menonton film, kita dapat meminjam buku dari perpustakaan dan meminjam film dari DVD rental.

6. Menyiapkan bekal makan dari rumah adalah ide yang bagus. Selain sehat dan terjamin kebersihannya, kita akan menghemat banyak uang bila dibandingkan dengan makan di rumah makan.

7. Usahakan untuk mengeluarkan uang lebih sedikit daripada apa yang direncanakan. Sebagai contoh, bila ingin membeli pakaian model terbaru, meski telah mengalokasikan uang sebesar Rp 100.000,00, kita dapat menyiasati dengan membeli baju tersebut dengan merk lain dan dengan harga yang lebih murah.

Membuat anggaran keuangan itu ternyata mudah bukan? Tunggu apalagi, ayo mulai merencanakan keuangan Anda untuk masa depan yang lebih baik.

Sumber :
http://mywealth.co.id/topic/perencanaan-keuangan/membuat-perencanaan-keuangan-itu-ternyata-mudah-lho/

baca selanjutnya...

Monday, June 11, 2012

Merancang Masa Depan Dengan Perencanaan Keuangan

Menuju kebebasan finansial terletak pada kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan dengan baik. Pemasukan yang besar tidak menjamin seseorang bebas dari masalah keuangan, jika tidak diiringi dengan manajemen dan perencanaan keuangan yang baik. Ini berlaku bagi kehidupan pribadi maupun kehidupan bisnis dalam level apapun. Bisnis usaha kecil, bisnis rumahan atau bisnis besar.

Masa depan keuangan kita tergantung pada bagaimana kita merencanakan, mengelola dan menggunakan sumber daya keuangan yang kita miliki. Biasanya orang dengan pemasukan besar memiliki pengeluaran yang besar pula, yang pada akhirnya akan sama saja, memiliki pemasukan yang besar dengan pemasukan yang kecil. Dalam kehidupan pribadi maupun bisnis sangat penting untuk membuat perencanaan keuangan secara baik agar masa depan kita baik.

Dalam hal mengelola keuangan sebaiknya kita menggunakan maksimal 55% dari gaji yang kita terima setiap bulannya untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, alangkah baiknya jika kita juga terus membiasakan diri untuk memiliki pola hidup yang sederhana. Sebagai contoh, jika ada di antara Anda yang belum memiliki rumah dan karena satu dan lain hal harus tinggal di tempat kost, setidaknya beberapa ratus ribu rupiah sudah pasti terpotong dari gaji Anda selama sebulan. Untuk itu, Anda bisa menyiasatinya dengan mencari tempat kost di daerah yang tidak terlalu mahal, walaupun untuk itu Anda mungkin perlu sedikit “prihatin”, dalam arti Anda memilih tempat kost yang hanya memiliki kipas angin, karena tempat kost yang menyediakan AC sudah pasti lebih mahal harganya.

Lalu selain tempat tinggal, kita juga perlu memikirkan tentang makan sehari-hari atau kebutuhan kita setiap bulan. Jika kita berbelanja kebutuhan sehari-hari di supermarket, harganya pasti akan lebih mahal dibanding jika kita berbelanja di toko serba ada. Begitu pula jika kita memasak sendiri di rumah akan jauh lebih hemat daripada makan di luar. Memang mau tidak mau dibutuhkan usaha ekstra jika kita ingin melakukan penghematan, tapi seandainya kita rela melakukan tindakan-tindakan penghematan seperti itu, kita akan memiliki sisa uang atau kesempatan menabung yang lebih besar lagi. Semakin banyak yang bisa kita tabung, semakin besar pula kesempatan kita untuk berinvestasi.

Modal dan Investasi

Bicara tentang modal dan investasi, ada baiknya kita melakukan semacam pengelompokan, sehingga dari pengelompokan ini kita bisa menimbang investasi apa yang bisa kita kerjakan. Sebagai contoh: Jika modal kita di bawah 5 juta rupiah, maka jenis investasi yang tersedia akan berbeda dibandingkan jika kita memiliki modal 10-15 juta atau bahkan 50 juta ke atas. Katakanlah modal kita di bawah 10 juta, kita bisa menimbang jenis investasi yang ingin kita lakukan berdasarkan kebutuhan yang ada di masyarakat sekitar kita.

Sebagai contoh: apabila kita tinggal di lingkungan di mana banyak terdapat anak muda dan tempat kost-kostan, kesempatan investasi yang paling bagus antara lain adalah jasa cuci pakaian atau laundry. Kita bisa mulai menghitung, untuk pakaian 1 kg, berapa banyak sabun yang kira-kira dibutuhkan dan berapa besar listrik yang terpakai untuk menyeterika. Dari situ kita juga bisa mencari seseorang untuk membantu kita mencuci, atau jika kita tidak ingin menyewa orang, berapa besar biaya operasional yang harus kita keluarkan jika menggunakan mesin cuci? Dari perhitungan tersebut, kita bisa mengetahui berapa harga yang akan kita patok per kilogramnya untuk pelanggan kita. Selain itu, mungkin kita tidak perlu mengambil profit margin yang terlalu besar tetapi kita lebih mengejar omzetnya.

Ada banyak peluang usaha lain yang bisa kita ambil dan semua itu dapat didasarkan dari kebutuhan-kebutuhan yang ada di sekeliling kita. Karena itu, kita perlu terus mengasah kemampuan dalam menganalisa dan membuat pengamatan, sehingga akan jauh lebih mudah untuk melihat peluang yang ada sesuai dengan “ketebalan dompet” dan waktu yang kita miliki. Sektor riil bisa kita manfaatkan berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang ada, karena di mana ada kebutuhan, akan selalu ada kesempatan untuk memenuhi kebutuhan itu dan menjadikannya sebagai peluang bisnis.Dengan modal di bawah 5 juta, alternatif investasi selain di sektor riil adalah pasar saham yang juga cukup menjanjikan. Dengan modal di bawah 10 juta kita tetap bisa memanfaatkan kesempatan-kesempatan di pasar saham. Yang kita perlukan hanyalah mempelajari fluktuasi yang ada sehingga kita tetap bisa mengambil keuntungan dari setiap situasi yang terjadi.

Di sisi lain, tidak ada salahnya jika kita menyimpan sebagian uang di bank, karena bagaimanapun juga kita perlu memiliki cashflow. Jika kita menyimpan cashflow dalam bidang investasi, kita tidak bisa mengambilnya sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Jika suku bunganya menjanjikan, kita juga bisa “memarkirkan” uang kita di bank dalam bentuk deposito ataupun reksa dana. Tapi dalam kondisi sekarang ini, sebaiknya jangan terlalu lama atau terlalu banyak memarkirkan uang kita di bank. Pihak Bank sendiri memang sengaja menurunkan suku bunga, dengan harapan agar dana-dana yang selama ini diparkirkan oleh banyak pihak di bank bisa mulai ditarik untuk kemudian diinvestasikan di sektor riil, sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di sektor riil. Sebaiknya sekitar 15-20% dari total tabungan yang ada bisa kita pakai untuk diinvestasikan, sementara sisanya tetap disimpan sebagai cashflow di tabungan, sambil menunggu adanya peluang-peluang investasi yang lebih bagus lagi.

Satu tips lagi, jika kita punya tabungan yang agak berlebih, sebaiknya jangan diinvestasikan di satu jenis investasi saja. Mungkin pada awalnya kita memulai dengan satu investasi saja, tetapi pastikan profit yang kita dapatkan dari investasi tersebut kita bisa tabung – jangan dipakai untuk memperbesar cashflow atau untuk meningkatkan gaya hidup. Dengan demikian, kita akan memiliki uang yang cukup jika di kemudian hari ada peluang investasi yang bagus terbuka di hadapan kita, sehingga kita bisa memiliki multiple-income – pendapatan kita bukan hanya dari satu sumber saja, melainkan dari beberapa sumber.

Jika ada orang yang tidak pernah tertarik untuk menabung, hal itu bisa disebabkan karena ia memang tidak terbiasa menabung. Jadi yang perlu kita lakukan hanya membiasakan diri saja. Lalu, jika ditanya “Bagaimana agar saya tertarik?” cara yang paling sederhana adalah: coba mulai pikirkan apa saja keuntungan yang bisa Anda nikmati ketika Anda mulai menabung, dan apa saja keuntungan jangka panjang yang bisa Anda nikmati ketika tabungan Anda semakin bertambah dan Anda mulai memiliki kesempatan untuk berinvestasi sehingga pundi-pundi dan cashflow Anda semakin bertambah besar (yang tentu saja berujung pada terciptanya kehidupan yang lebih baik).

Budaya Investasi yang Ditanamkan Sejak Dini

Budaya investasi bisa ditanamkan sejak dini dalam diri anak-anak. Meskipun di sekolah kita diajarkan berhitung, namun kita hampir tidak pernah diajarkan tentang cara mengelola uang. Sebagai akibatnya, anak-anak yang ada –bahkan kita para orangtua– hampir tidak pernah bisa mengelola keuangan dengan baik. Jangankan berinvestasi, memastikan agar bulan ini tidak berhutang saja sering kali menjadi pergumulan bagi kita. Di Indonesia saat ini sudah ada sebuah program pendidikan finansial yang sedang dipersiapkan, yang dikhususkan bagi anak-anak berusia 9-18 tahun, di mana mereka akan diajarkan tentang cara mengelola uang, bahkan tentang berinvestasi.

Sepanjang yang saya amati, kita hampir tidak pernah melihat anak usia 10 tahun berjualan –bukan karena mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu, melainkan dalam arti mereka memulai usaha sendiri dari berjualan itu. Hal ini terjadi karena anak-anak yang berasal dari keluarga yang cukup mapan –terlebih jika mereka sudah menempuh pendidikan yang baik– hampir tidak pernah diijinkan untuk berpikir tentang bagaimana harus mencari uang. Orang tua sering kali berkata, “Tugas kami sebagai orangtua untuk mencari uang, kamu cukup belajar yang rajin di sekolah supaya mendapat nilai yang bagus.” Padahal, statistik menunjukkan –dan Bank sendiri sudah mulai mengeluarkan kartu kredit khusus untuk anak-anak– bahwa budaya yang dibangun dalam diri anak-anak sekarang ini justru budaya konsumtif, sehingga mereka hanya tahu bagaimana membelanjakan uang mereka. Nah, program pendidikan finansial yang akan segera di-launching ini akan menolong mempersiapkan dan mengajarkan anak-anak kita, mulai dari usia 9 tahun sampai kurang lebih 17 tahun, tentang bagaimana mengatur uang yang mereka terima dari orangtua mereka, baik itu uang jajan atau uang untuk bermain, sekaligus melatih mereka sampai mereka bisa membuat sebuah business plan.

Di kota besar seperti Jakarta, banyak ibu rumah tangga yang mau tidak mau harus bekerja karena tuntutan ekonomi. Di sisi lain, dengan bekerja di luar, mereka harus menggunakan jasa seperti pembantu rumah tangga, babysitter, catering, dan lain sebagainya yang tentunya menyebabkan pengeluaran ekstra. Alangkah baiknya jika ibu-ibu rumah tangga mulai membuat catatan pengeluaran untuk dibandingkan dengan jumlah gaji yang diterima. Contoh: untuk seorang babysitter kita membutuhkan 350 ribu rupiah, lalu seorang pembantu rumah tangga juga 350 ribu rupiah, dan catering selama sebulan 500 ribu rupiah. Jika jumlah tersebut ditotal, maka pengeluaran tetap kita setiap bulan adalah 1.200.000, belum lagi kebutuhan-kebutuhan yang lain. Jika ternyata gaji kita hanya 1.250.000, berarti kita hanya memiliki surplus sebesar 50 ribu dari total gaji yang kita terima dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran tadi. Ini sama dengan kerja rodi yang sangat tidak menguntungkan.

Namun akan berbeda jika sebagai ibu rumah tangga kita mulai mengembangkan kemampuan untuk melihat peluang-peluang investasi dan melakukan usaha, apalagi jika usaha tersebut bisa dilakukan dari rumah, sehingga kebutuhan akan babysitter dan pembantu rumah tangga bisa diminimalkan. Kita juga bisa memasak sendiri sehingga tidak memerlukan catering, sehingga ini akan semakin meminimalkan pengeluaran dan kita memiliki cashflow yang lebih besar lagi.

Ada banyak sekali peluang usaha di sekeliling kita. Ketika kita mengasah kemampuan untuk menganalisa dan membuat pengamatan, ditambah sense of business yang tajam, maka kita akan bisa memperoleh sumber pendapatan yang baru bagi hidup kita sehari-hari.(Galeriukm).

Sumber:
Merencanakan Keuangan, Merancang Masa Depan, Steven AGustinus, http://www.andriewongso.com/

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Bookmark and Share

Site Meter

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP