The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.

Friday, November 27, 2015

Tips Menaikan Branding Petugas Lapangan Kopdit

Apa itu branding?
Branding adalah suatu daya upaya untuk membangun imej atau persepsi dari orang lain terhadap diri kita guna memperoleh keuntungan tertentu.

Mengapa Petugas Lapangan perlu branding?
Apabila Petugas Lapangan (PL) mampu menciptakan personal branding yang baik maka dengan sendirinya relasi potensial (anggota & calon anggota) akan datang bergabung dengan koperasi kredit dan mau menikmati produk-produk pelayanannya. PL tidak lagi dari rumah ke rumah, dari lorong ke lorong dibawah terik matahari, rintikan hujan dll untuk mencari anggota.

Apabila Petugas Lapangan berhasil menciptakan personal branding yang positif maka bisa dipastikan bahwa PL akan dikenal publik sebagai pribadi yang menyenangkan, mitra bisnis yang dapat dipercaya dan sebagai pribadi yang harus ditemui!

Tips-Tips Membangun Branding:

1. Berpakaian dan Berpenampilan.
Pakaian dan penampilan merupakan satu paket yang tidak dapat dipisahkan. Artinya Petugas Lapangan (PL) harus mengenakan baju dan celana yang sepadan dengan kombinasi yang menarik. PL juga harus berpakaian necis, tidak kumal dan baju lengan panjang tidak digulung sehingga pakaian yang dikenakan benar-benar memikat konsumen. Gunakan pakaian seragam sesuai waktu yang ditetapkan jika ada persediaan dari kantor.

2. Percaya Diri, Bersikap Akrab dan Penuh Senyum.
Dalam melayani anggota dan calon angggota, Petugas Lapangan (PL) harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi tetapi bukan sok sombong. PL juga hendaknya bersikap akrab dengan anggota dan calon anggota, seolah-olah sudah kenal lama disertai murah senyum dengan raut muka yang menarik tanpa dibuat-buat. PL hendaknya memiliki kepribadian yang matang, jujur dan memikat.

3. Menyapa dengan Lembut.
Pada saat anggota dan calon anggota datang, PL harus segera menyapa dengan lembut dan kalau sudah pernah bertemu sebelumnya usahakan menyapa dengan menyebutkan namanya. Namun jika belum kenal, dapat menyapa dengan sebutan Bapak/Ibu ... Apa yang bisa kami bantu?

4. Tenang, Sopan, Hormat dan Tekun.
Usahakan pada saat melayani anggota dan calon anggota PL dalam keadaan tenang, tidak terburu-buru, sopan santun dalam berbicara dan bersikap. Kemudian tunjukkan sikap menghormati anggota dan calon anggota, tekun mendengarkan dengan sabar sekaligus memahami keinginannya.

5. Berbicara.
Berbicara menggunakan bahasa yang baik dan benar. Artinya dalam berkomunikasi dengan anggota dan calon anggota, gunakan bahasa Indonesia yang benar dan bahasa setempat yang benar pula. Suara yang digunakan harus jelas dalam arti mudah dipahami dan jangan menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami anggota dan calon anggota.

6. Bergairah.
Dalam melayani anggota dan calon anggota, seorang PL hendaknya menunjukkan pelayanan yang prima, seolah-olah memang sangat tertarik dengan keinginan dan kemauan anggota dan calon anggota (calang).

7. Jangan Menyela.
Pada saat anggota dan calon anggota sedang berbicara, usahakan jangan menyela pembicaraan. Kemudian, hindarkan kalimat atau kata yang bersifat teguran atau sindiran yang dapat menyinggung perasaan anggota maupun calon anggota. Kalau terjadi sesuatu usahakan jangan berdebat.

8. Mampu Meyakinkan Anggota & Calang
Seorang PL harus mampu meyakinkan anggota dan calon anggota dengan argumen-argumen yang masuk akal tanpa luapan emosi yang berlebihan. PL juga harus mampu memberikan kepuasan atas pelayanan yang diberikannya.

9. Jika Tidak Sanggup?
Jika ada pertanyaan atau permasalahan yang tidak sanggup dijawab atau diselesaikan oleh PL maka usahakan meminta bantuan kepada staf atau manajer yang mampu.

10. Bila Belum Dapat Melayani ?
Bila PL belum dapat melayani, beritahukan kapan akan dilayani. Artinya jika pada saat tertentu, PL sibuk dan tidak dapat melayani salah satu anggota atau calon anggota, beritahukan kepada yang bersangkutan, kapan akan dilayani dengan simpatik.

Sumber:
http://kosmaslawa.blogspot.co.id/2013/08/tips-menaikan-branding-petugas-lapangan.html

baca selanjutnya...

Saturday, October 24, 2015

Tips Membangun Brand Organisasi & Produk Bisnis Koperasi Kredit

Apa itu Brand Organisasi dan Produk Bisnis?
Upaya untuk membangun citra guna memberikan manfaat berupa keuntungan bagi si pengguna untuk mengekspresikan diri. Branding dianggap akan mampu mendongkrak citra dari organisasi, pribadi pengguna serta produk atau jasa.

Tiga Hal Sebelum Membangun Brand Organisasi dan Produk Bisnis:

1. Kenali strength dan weakness.
Sebelum memulai merancang strategi pembangunan citra, penting bagi koperasi kredit/credit union mengenali strenght (kekuatan) dan weakness (kelemahan) orgnisasi atau produk. Koperasi kredit sebagai organisasi bisnis yang berwatak sosial (UU Koperasi 17/2012 sebagai pengganti UU 25/1992) perlu mengenal kelebihan yang bisa ditonjolkan sebagai senjata utama dalam memperkenalkan citra organisasi dan produk kepada anggota, calon anggota dan publik umumnya. Sebaliknya, kelemahan kita bisa mempersiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menutupi kelemahan. Intinya dengan mengenal “strength” dan “weakness”, kita telah mempersempit ruang bagi kegagalan.

2. Pahami Bisnis Apa Anda Bermain
Anda perlu memahami core value atau nilai inti dari usaha atau produk anda. Core value adalah sebuah nilai manfaat dasar/utama yang ditawarkan oleh produk atau jasa kepada publik. Jika anda membuka warung makan maka core value yang ditawarkan adalah rasa nikmat dan rasa kenyang. Kalau produk pelayanan koperasi kredit, apa core value yang anda tawarkan ..? Cara terbaik menemukan core value adalah dengan berpikir dalam sudut pandang pembeli bukan penjual.

3. Bagaimana Pesaing Memosisikan Dirinya
Hindari penjiplakan produk atau citra yang tak sengaja dengan pesaing. Karenanya Anda harus mencari tahu bagaimana pesaing memosisikan dirinya untuk menciptakan citra produk Anda yang berbeda. Buatlah sesuatu yang berbeda agar produk atau jasa Anda memiliki nilai dan daya jual yang lebih tinggi.

Tips Membangun Brand:

1. Membangun Kualitas
Kualitas suatu produk atau jasa masih menjadi perdebatan bagi para ahli dalam kaitan dengan pembangunan branding. Usahakan kita mencari tahu arti kualitas dalam sudut pandang atau selera konsumen. Kenali pikiran calon konsumen Anda sebagai pintu masuk membangun branding yang benar-benar kuat dan dalam jangka panjang mendatangkan profit. Ingat: STP (segmentation, targeting dan positioning).

2. Bantu Konsumen Menentukan Pilihan.
Ada peperangan brand atau citra berbagai produk menghantui konsumen di pasar sebelum anggota ataupun calon anggota (publik) melakukan transaksi. Terkadang mereka bingung menentukan pilihan. Saat kritis ini, Anda harus membantu pelanggan dan konsumen dengan memberikan alasan kuat mengapa mereka memilih produk Anda. Hindari penipuan tetapi berikan citra produk atau jasa Anda apa adanya serta yang sesuai dengan keinginan anggota, pelanggan dan konsumen pada umumnya.

3. Komunikasikan Dengan Tepat.
Ada banyak cara Anda mengkomukasikan produk atau jasa kepada anggota, pelanggan dan konsumen. Jika berkantung tebal, koperasi kredit bisa menggunakan media iklan jika tidak gunakan launching produk sebagai jalan agar komukasi (pemasaran) dari mulut ke mulut namun hendaknya menggunakan bahasa promosi yang menyentuh langsung keinginan atau selera konsumen. Citra produk atau anggota boleh bagus tetapi cara komunikasi yang kurang tepat akan mengurangi selera anggota dan pelanggan kepada produk atau organisasi koperasi kredit Anda.

4. Kulturisasi.
Citra atau branding tidak boleh hanya melekat pada produk saja. Ruangan kantor dan segala atribut serta pelayanan yang ada dalam organisasi harus mencerminkan kultur atau karakter branding. Semua orang dan semua pelayanan ataupun fasilitas harus membantu brand atau citra memiliki jiwa. Kita sering lupa perluanya kulturisasi (pembudayaan) citra dalam operasional keseharian. Citra atau brand dianggap perlu apabila berhadapan dengan konsumen saja. Bila kulturisasi gagal diterapkan maka citra akan kehilangan karakternya.

5. Rumuskan Dalam Pedoman
Tak peduli berapa besar skala usaha, Anda seharusnya menyadari bahwa keberhasilan suatu usaha sangat bergantung pada keberhasilan membangun branding. Oleh karena itu bangunlah usaha Anda di atas sebuah citra atau brand yang kuat. Mulailah merumuskan pedoman yang dapat dipergunakan untuk brand atau citra bisnis Anda!

Sumber :
http://kosmaslawa.blogspot.co.id/2013/08/tips-membangun-brand-organisasi-produk.html

baca selanjutnya...

Saturday, October 17, 2015

Tentang Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Bagian 1.

Pengertian dan Cara Menhgitung Sisa Hasil Usaha Koperasi

Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi seringkali diartikan keliru oleh pengelola koperasi. SHU Koperasi dianggap sama saja dengan deviden sebuah PT, padahal terminology SHU jelas, bahwa SHU adalah “Sisa” dari Usaha koperasi yang diperoleh setelah kebutuhan anggota terpenuhi.

Dalam Manajemen koperasi Sisa hasil usaha (SHU) memang diartikan sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TR]) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost[TC]) dalam satu tahun buku. Bahkan dalam jika ditinjau pengertian SHU dari aspek legalistik, menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:

1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
3. besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

Pengertian di atas harus dipahami bahwa SHU bukan deviden seperti PT tetapi keuntungan usaha yang dibagi sesuai dengan aktifitas ekonomi angoota koperasi, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Artinya, semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan perusahaan swasta, dimana dividen yang diperoleh pemilik saham adalah proporsional, sesuai besarnya modal yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya.

Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
1. SHU total kopersi pada satu tahun buku
2. bagian (persentase) SHU anggota
3. total simpanan seluruh anggota
4. total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. jumlah simpanan per anggota
6. omzet atau volume usaha per anggota
7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

http://www.koperasi.net/

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Site Meter

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP